Kebersihan Alat Reproduksi

A. Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi

Menjaga kebersihan merupakan suatu keharusan pada setiap manusia karena kebersihan merupakan pangkal kesehatan. Kebiasaan menjaga kebersihan termasuk alat reproduksi merupakan awal dari usaha menjaga kesehatan kita.

Apalagi kita tinggal di daerah tropis yang panas dan membuat kita berkeringat. Keringat tersebut membuat lembap terutama bagian reproduksi yang tertutup. Pada tempat seperti itulah bakteri mudah berkembang biak sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan penyakit.

Adapun cara-cara menjaga kebersihan bagianreproduksi laki-laki dan perempuan di antaranya sebagai berikut.
1. Mandi dua kali sehari, agar tubuh menjadi bersih.

2. Mencuci tangan setiap kali sebelum dan sesudah buang air kecil dan besar.

Bagi perempuan setiap kali mandi dan sehabis buang air kecil atau besar, bersihkan bagian alat reproduksi dengan membasuh bagian luarnya secara hati-hati dengan air bersih dan sabun yang lembut.

Jika alergi dengan sabun yang lembut bisa dengan air hangat. Cara membasuh yang benar adalah dari arah depan ke belakang. Hal ini akan mencegah masuknya kumankuman penyakit.  Gunakan air bersih, lebih baik air hangat. Setelah itu keringkan dengan handuk.

3. Hati-hati menggunakan deodoran, sabun antiseptik yang keras, atau cairan pewangi (parfum)
untuk menghilangkan bau di sekitar alat reproduksi.

4. Tidak menggunakan air kotor untuk mencuci alat reproduksi karena mengandung bakteri dan
kuman.

5. Mengganti celana dalam minimal dua kali sehari. Selain harus sering ganti secara teratur, kita juga perlu memilih pakaian dalam yang baik. Pakaian dalam (celana dalam dan BH) yang baik adalah yang berbahan alami (katun) karena dapatmenyerap keringat.

✅Kamu Harus Baca Juga:  Budaya Hidup Sehat

6. Hindari celana dalam ketat karena dapat menyebabkan permukaan organ reproduksi mudah berkeringat. Bagi laki-laki dapat mengakibatkan fungsi organ reproduksi menjadi tidak maksimal.

7. Hindari bertukar pakaian dalam dan handuk dengan orang lain karena potensial menularkan penyakit.

8. Dianjurkan untuk mencukur atau merapikan rambut kemaluan agar tidak ditumbuhi jamur atau kutu yang dapat menimbulkan rasa gatal.

9. Jika tidak disunat, kita harus lebih teliti sewaktu membersihkan setiap sudut organ reproduksi agar bakteri tak sempat berkembang biak di sana. Bakteri dapat mengakibatkan infeksi. Pada penis yang disunat, kepala penis berada dalam keadaan terbuka sehingga tidak memerlukan usaha khusus untuk membersihkannya.

10. Sesudah mencuci, jangan lupa dikeringkan dengan handuk atau lap sebelum memakai celana
kembali agar jamur tidak tumbuh. Mengingat begitu pentingnya menjaga kebersihan alat reproduksi kita, maka perlu kita membiasakannya dalam kesehariannya. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati.

B. Bentuk-Bentuk Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual berarti suatu bentuk penghinaan atau memandang rendah seseorang yang berkaitan dengan seks, jenis kelamin atau aktivitas seksual antara pria dan wanita.

Kasus-kasus pelecehan seksual mulai banyak dibicarakan setelah banyak kasus diangkat ke permukaan oleh kalangan pers.

Bentuk-bentuk perilaku pelecehan seksual yang sering terjadi dan dikategorikan sebagai pelecehan seksual bisa berupa tindakan dan bisa berupa perkataan. Bentuk-bentuk perilaku pelecehan seksual di antaranya sebagai berikut.

1. Ajakan untuk kesenangan seksual yang tidak dikehendaki dan memaksa.

2. Permintaan untuk melakukan kegiatan seksual disertai janji atau imbalan tertentu.

3. Pemaksaan untuk melakukan hubungan seksual dengan disertai ancaman serta hukuman dan kejahatan seksual.

4. Perkosaan, baik yang masih berupa percobaan maupun yang sudah merupakan tindakan nyata.

✅Kamu Harus Baca Juga:  Menerapkan Ragam Hias pada Bahan Kayu

5. Surat-surat, telepon, dan benda-benda yang bersifat seksual yang tidak diinginkan.

6. Desakan untuk berkencan.

7. Sentuhan, sandaran, penyudutan, atau cubitan yang tidak diinginkan.

8. Pandangan atau gerakan-gerakan yang bersifat seksual dan tidak diinginkan.

9. Olok-olok, gurauan, pernyataan atau pertanyaan yang bersifat seksual dan tidak diinginkan.

10. Mengemukakan gurauan-gurauan porno.

11. Memberi komentar mengenai bagian-bagian tubuh wanita (betis, pantat, dan sebagainya).

12. Menggelitik tangan saat bersalaman.

13. Merangkul wanita.

14. Mendesak wanita untuk kencan (nonton, makan malam, dan sebagainya).

15. Membelai-belai kepala atau rambut wanita.

C. Cara Menjaga Diri dari Pelecehan Seksual

Mengingat begitu banyak kesempatan dan tempat untuk terjadinya pelecehan seksual, maka kita harus dapat menjaga diri agar tidak menjadi korban. Ada beberapa cara untuk menjaga diri dari pelecehan seksual yaitu sebagai berikut.

1. Berpakaian yang rapi. Berpakaian tidak hanya bersih dan mahal saja. Kita harus berpakaian yang rapi dan sopan.

2. Hindari berpakaian yang tidak rapat atau dapat mengundang syahwat. Berpakaianlah yang dapat menutup aurat. Selain kelihatan rapi, juga indah.

3. Berkata-katalah yang santun dan sopan. Jangan membuat perkataan yang menyinggung orang lain.

4. Bersikaplah yang sopan dan santun.

5. Pandai-pandailah memilih teman dalam pergaulan.

6. Hindari pergaulan dengan anak-anak nakal.

200