Kegiatan Berkemah

A. Kegiatan Berkemah

Berkemah adalah sebuah kegiatan rekreasi di luar ruangan. Kegiatan ini umumnya dilakukan untuk beristirahat dari keramaian dan untuk menikmati keindahan alam. Berkemah biasanya dilakukan dengan menginap di lokasi perkemahan menggunakan tenda.

Berkemah bagi anak-anak berguna untuk melatih kemandirian, keberanian, dan kebersamaan. Sehingga setelah berkemah anak diharapkan timbul rasa berani dan mandiri. Anak juga terbiasa hidup saling menghormati dan menghargai dengan sesama temannya.

1. Persiapan Berkemah

Sebelum berkemah kalian perlu mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental. Kondisi fisikmu harus sehat dan kuat. Dengan demikian, kalian tidak akan mengalami kesulitan. Misalnya ketika kalian melakukan perjalanan sambil membawa banyak perlengkapan kemah. Mentalmu pun juga harus siap, contohnya ketika berada di alam terbuka pada malam hari. Selain persiapan diri, perlengkapan untuk berkemah juga harus lengkap.

Kegiatan berkemah memerlukan persiapan dan rencana yang matang. Tahap persiapannya adalah
sebagai berikut.

a. Peralatan berkemah
Peralatan berkemah yang perlu dibawa adalah:

1.Perorangan:
• Peralatan mandi
• Peralatan makan
• Ransel
• Baju ganti
• Jaket
• Sepatu dan kaos kaki
• Kain/selimut
• Makanan ringan
• Peralatan ibadah

2. Kelompok:
• Kompor dan peralatan masak
• Tikar
• Lampu senter
• Obat-obatan
• Pisau
• Bahan makanan
• Tenda

b. Menyusun jadwal kegiatan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan berkemah adalah:

1. Dalam menyusun jadwal kegiatan yang harus diperhatikan adalah waktu, hari, cuaca, dan kondisi
lokasi yang akan kita tempati.

✅Kamu Harus Baca Juga:  Peninggalan Sejarah di Indonesia

2. Jadwal harus disusun mulai dari persiapan, waktu keberangkatan, kegiatan apa saja yang akan
dilakukan di perkemahan, penutupan, hingga kembali lagi ke rumah.

2. Pemilihan Lokasi Berkemah

Pemilihan tempat untuk mendirikan tenda yang sesuai harus diperhatikan. Hal ini agar kita aman dan nyaman selama berkemah. Berikut ini cara memilih tempat yang aman untuk berkemah.

  • Jangan mendirikan tenda di cekungan lembah. Hal ini karena tempat ini menjadi jalan angin.
  • Jangan mendirikan tenda di lembah yang terlalu dekat dengan sungai. Hal ini untuk menghindari aliran atau genangan air ketika hujan turun.c. Jangan mendirikan tenda di dekat atau di bawah pohon yang lapuk.
  • Jangan mendirikan tenda di puncak bukit. Hal ini untuk menghindari angin, hujan, dan petir, otomatis udara akan menjadi terasa lebih dingin. Carilah lokasi yang agak terlindungi dan lebih rendah.
  • Sebaiknya tidak mendirikan tenda di dataran terbuka. Selain udara akan terasa lebih dingin, juga
    berisiko jika ada hujan dan petir.
  • Perhatikan areal sekitar lokasi pendirian tenda, apakah ada sarang semut atau lebah.
  • Jangan mendirikan tenda di antara lintasan jalan setapak dan jalur binatang.
  • Dirikanlah tenda dekat dengan sumber air.
  • Sebelum mendirikan tenda, perhatikan alas tanah tempat mendirikan tenda. Jangan terdapat akar atau batu yang akan mengganggu saat kita tidur.
  • Pilihlah lokasi yang datar dan agak lebih tinggi. Tujuannya agar tidak kebanjiran saat hujan datang.

B. Kegiatan di Perkemahan

Banyak kegiatan yang dapat kita kerjakan selama berkemah. Kegiatan tersebut di antaranya
penjelajahan dan membuat api unggun.

1. Penjelajahan

Saat berkemah kita juga dapat melakukan penjelajahan di sekitar perkemahan. Hal-hal bermanfaat
dalam penjelajahan ini, di antaranya:
a. dapat membaca peta atau rute perjalanan
b. dapat memahami simbol atau tanda yang dijumpai
c. dapat mengenal lingkungan dari dekat
d. dapat memupuk rasa kebersamaan
e. melatih fisik dan mental berpetualang

✅Kamu Harus Baca Juga:  Budaya Hidup Sehat

Dalam menjelajah, diusahakan memilih rute yang cukup menantang. Misalnya melalui jalan berbatu,
jalan setapak, menyeberangi sungai, melewati jembatan bambu, melompati parit, melewati
pematang sawah, jalan mendaki, jalan menurun, jalan licin, dan sebagainya.
Jaga sopan santun selama penjelajahan. Jangan sampai merusak lingkungan yang dilewati. Jangan
pula membuang sampah sembarangan.

2. Membuat Api Unggun

Dalam berkemah, kegiatan api unggun adalah bagian yang paling menarik. Untuk membuat api
unggun perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut.
a. Siapkan kayu bakar dan minyak tanah.
b. Pilihlah lokasi yang jauh dari tenda.
c. Api jangan terlalu besar, karena bisa membahayakan kita.
d. Setelah kegiatan selesai, matikan api dengan cara disiram air.

Setelah api unggun menyala, anak-anak dudukmengelilingi api. Biasanya kita bernyanyi bersama dan
melakukan permainan-permainan yang menghibur. Dengan berada di sekeliling api unggun, badan
kita menjadi terasa hangat.

C. Menjaga Kesehatan Tubuh di Perkemahan

Kesehatan harus dijaga di mana pun kalian berada. Termasuk ketika berada di perkemahan. Salah satu tujuan dari berkemah adalah agar kita membiasakan hidup sehat, tidak saja di lingkungan rumah atau sekolah, tetapi juga di alam terbuka.

Sebelum berkemah kita perlu mempersiapkan fisik dan mental. Kondisi fisik kita sebelum berkemah
harus sehat dan kuat. Jika kita sakit atau kurang sehat, akan mengganggu kegiatan yang akan kita
diikuti.

Berikut ini adalah cara-cara menjaga kesehatan selama di perkemahan.

  1. Makan dan minum yang cukup.
  2. Setelah melakukan kegiatan fisik, istirahatlah yang cukup.
  3. Jangan makan dan minum sembarangan.Cucilah tangan bila akan digunakan untuk makan.
  4. Masaklah hingga matang, baru kemudian dikonsumsi.
  5. Saat malam hari, gunakan jaket untuk menghindari udara dingin.
  6. Tidur jangan terlalu larut.
  7. Tidurlah menggunakan selimut atau kantong tidur.
  8. Jika mandi di sungai, carilah sungai yang airnya jernih dan mengalir.
  9. Simpan baju kotormu ke dalam plastik.
  10. Jangan membuang sampah sembarangan. Kumpulkan sampah sementara ke dalam plastik sebelum dibuang ke tempat sampah.
  11. Siapkan obat-obatan (P3K) sebelum berangkat kemah.
  12. Saat pagi hari, hangatkan tubuhmu di bawah sinar matahari. Kalian juga dapat melakukan olahraga bersama agar tubuh menjadi hangat.
✅Kamu Harus Baca Juga:  Angka Mati Kalender Jawa, Apa Saja Mitos dalam Penanggalan Jawa?
200