Budaya Hidup Sehat

A. Kebersihan Lingkungan

Kebersihan haruslah dijaga agar nantinya kita terhindar dari penyakit. Banyak cara dalam menjaga
kebersihan, di antaranya:

1. Menjaga kebersihan tubuh, dilakukan dengan cara:

a. Mandi dua kali sehari.
b. Mencuci rambut (keramas) paling sedikit dua hari sekali.
c. Menggosok gigi sesudah makan dan sebelum tidur.
d. Mencuci tangan sebelum makan.
e. Mencuci kaki sebelum tidur.
f. Memakai pakaian yang bersih.

2. Menjaga kebersihan lingkungan, dilakukan dengan cara:

a. Tidak membuang sampah di sembarang tempat.
b. Selokan harus dibersihkan seminggu sekali.
c. Membersihkan rumah dan halaman secara rutin.
d. Membersihkan saluran air yang tersumbat.
e. Menguras bak mandi dan mengubur kaleng-kaleng bekas.
f. Mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan sebulan sekali.

3. Menjaga kebersihan makanan, dilakukan dengan cara:

a. Memasak makanan hingga matang.
b. Mencuci buah-buahan sebelum dimakan.
c. Mencuci sayuran sebelum dimasak.
d. Menutup makanan agar tidak dihinggapi lalat.

Keuntungan dari lingkungan yang bersih, di antaranya:

1. Terhindar dari penyakit.
2. Hidup terasa nyaman dan tenteram.
3. Udara terasa segar.
4. Lingkungan di sekeliling kita menjadi enak dipandang.

B. Penyakit Akibat Gigitan Nyamuk

1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh bibit
penyakit Dengue. Bibit ini hidup dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti. Jika seseorang digigit nyamuk
ini, akan terkena penyakit demam berdarah. Penyakit ini dapat menular kepada orang lain.

✅Kamu Harus Baca Juga:  Perlindungan dan Penegakan Hukum di Indonesia

Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti adalah:

a. Dapat hidup dan berkembang biak di mana saja.
b. Berwarna hitam dan berbintik putih.
c. Menggigit pada siang hari.
d. Berkembang biak di tempat air yang menggenang dan terlindung dari matahari.
e. Dapat terbang sejauh 100 meter.

Gejala-gejala seseorang terkena demam berdarah adalah:

a. Demam atau panas mendadak.
b. Timbul bintik-bintik merah pada kulit.
c. Dapat timbul mimisan.
d. Panas dapat turun mendadak atau panas tidak turun sama sekali.

Tahapan penularannya adalah:

a. Nyamuk yang menggigit penderita demam berdarah akan membawa bibit demam berdarah.
b. Jika nyamuk tersebut menggigit orang yang sehat maka orang tersebut akan tertular.
c. Setelah tertular maka orang tersebut akan menderita penyakit demam berdarah.

Cara pencegahannya antara lain:

a. Menguras tempat penampungan air.
b. Menutup tempat-tempat penyimpanan air.
c. Mengubur benda bekas yang mungkin dapat menampung air.
d. Memelihara ikan pemakan jentik.
e. Memasang kawat nyamuk.
f. Menyemprot obat pembasmi nyamuk.
g. Tidak menggantungkan pakaian di tempat terbuka.

Cara pertolongan pertama bagi penderita adalah:

a. Beri minum yang banyak (oralit).
b. Segera bawa ke puskesmas atau dokter terdekat.
c. Diberi makanan yang lunak.

2. Penyakit Malaria

Penyakit malaria disebabkan oleh bibit penyakit Plasmodium. Bibit penyakit ini dapat merusak dan
memakan sel darah merah. Penyakit malaria penularannya melalui nyamuk Anopheles.

Ada beberapa jenis nyamuk malaria, yaitu:

a. Malaria atropikana, disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Penderita mengalami panas yang
terus-menerus. Malaria jenis ini adalah malaria yang paling berbahaya.

b. Malaria tertiana, disebabkan oleh Plasmodium vivax. Penderita mengalami panas setiap 3 hari
sekali.

c. Malaria kuartana, disebabkan oleh Plasmodium malariae. Penderita mengalami panas setiap 4 hari
sekali.
d. Malaria yang disebabkan oleh Plasmodium ovale. Gejalanya hampir sama dengan malaria tertiana.

✅Kamu Harus Baca Juga:  Resep Peuyem Bandung, Olahan Singkong dari Sunda

Gejala-gejala seseorang terkena malaria adalah:

a. Badan demam, menggigil, dan rasa dingin berganti-ganti. Kemudian banyak keluar
keringat.
b. Kepala pusing atau pening.
c. Perut mual, badan sangat lemah, dan mulut terasa pahit.
d. Muka pucat karena kurang darah.
e. Limfa membengkak.

Cara penularannya adalah:

a. Melalui gigitan nyamuk malaria.
b. Melalui transfusi darah yang mengandung bibit malaria.
c. Ditularkan oleh ibu yang menderita malaria kepada anak yang dikandungnya.

Cara pencegahan dan penanggulangannya antara lain:

a. Membersihkan lingkungan dari air yang tergenang, sehingga nyamuk malaria tidak berkembang biak.
b. Menghindari dari gigitan nyamuk dengan cara:
c. Tidur di dalam kelambu.
d. Menggunakan obat pembasmi nyamuk.
e. Tidak berada di luar rumah dalam keadaan gelap.
fd. Memasang sarang/kawat nyamuk.
g. Membunuh nyamuk dengan cara:
h. Menyemprot ruangan dengan obat pembasmi nyamuk.
i. Menimbun atau mengalirkan air yang tergenang agar tidak menjadi sarang nyamuk.
j. Menjauhkan kandang unggas dari rumah.

C. Penyakit Unggas

Penyakit yang menyerang manusia karena unggas salah satunya adalah flu burung. Penyakit ini
ditularkan oleh unggas yang berpenyakit. Penularannya melalui kotoran, sentuhan, atau pernapasan
antara manusia dengan unggas.

Cara pencegahannya adalah:

1. Hindari kontak langsung dengan unggas berpenyakit.
2. Hewan yang tertular secepatnya dimusnahkan lalu dibakar.
3. Bersihkan kandang dengan semprotan desinfektan.
4. Menggunakan masker saat penyemprotan.
5. Unggas yang tidak tertular secepatnya divaksinasi agar tidak tertular.

Gejala penderita penyakit flu burung:

1. Batuk-batuk
2. Sesak napas
3. Demam tinggi
4. Kesadaran menurun
5. Badan lemah

Ciri-ciri hewan yang tertular flu burung adalah:

1.Mengeluarkan air liur.
2. Jenggernya berwarna biru.

✅Kamu Harus Baca Juga:  Budidaya Pembenihan Ikan Konsumsi

Jagalah kebersihan lingkungan keluarga dengan cara tidak mengonsumsi daging unggas yang tertular
flu burung. Apabila mengonsumsi daging unggas, misalnya ayam, cucilah yang bersih, lalu rebus
dengan air mendidih agar kuman-kumannya mati.

Flu burung yang menyerang manusia dapat mematikan, jika tidak segera ditolong atau dibawa ke rumah sakit. Rumah sakit untuk pengobatan flu burung pun tidak sembarangan.

Pemerintah memberikan rujukan khusus kepada rumah sakit tertentu. Flu burung tidak menular dari orang yang
berpenyakit.

Flu burung menular melalui perantara unggas yang terkena virus tersebut.
Untuk mengatasi penyakit ini, pemerintah mengimbau agar setiap peternak unggas memeriksakan
unggas peliharaannya secara berkala.

200